RSS

Sejarah Singkat Perkembangan Kriptografi

30 Jun

 Sejarah Kriptografi – Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana suatu pesan atau dokumen kita aman, tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Dalam perkembangannya, kriptografi juga digunakan untuk identifikasi pengirim pesan dengan tanda tangan digital dan keaslian pesan dengan sidik jari digital (fingerprint). Kriptografi mempunyai sejarah yang sangat panjang. Sejak jaman Romawi, Julius Caesar telah menggunakan teknik kriptografi yang sekarang dianggap kuno dan sangat mudah dibobol untuk keperluan komunikasi militernya. Namun sekutu dapat menembus Enigma, kriptografi produk Jerman dan Purple, kriptografi produk Jepang, sekutu akhirnya dapat memenangkan perang dunia kedua karena dapat mengetahui beberapa langkah dan strategi militer lawan.

 

Kriptografi mulai digunakan dan disumbangkan pemikirannya pertama kali oleh empat kelompok, yakni militer, korps diplomatik, diarist, dan orang yang sedang jatuh cinta. Dari keempat kelompok orang tersebut, militer telah memainkan peranan yang paling penting dan telah mengembangkan bidang ini. Di dalam organisasi militer, pesan-pesan yang telah di-encode secara tradisional diberikan kepada pekerja kode berupah rendah untuk selanjutnya dienkrip dan ditransmisikan. Tugas ini diusahakan agar tidak dilakukan oleh spesialis yang elit. Kendala tambahan telah menjadi kesulitan dalam peralihan yang cepat dari satu algoritma kriptografi ke algoritma lainnya, karena hal ini memerlukan pelatihan orang dalam jumlah banyak. Keadaan yang bertolak belakang ini telah membentuk model enkripsi.

Secara singkat, sejarah perkembangan kriptografi dapat dijabarkan seperti berikut,

Sebagaimana banyak teknologi lainnya, selama bertahun-tahun kriptografi menjadi bidang khusus yang hanya dipelajari oleh pihak militer. Agen Keamanan Nasional Amerika (NSA = National Security Agency), Uni Soviet, Inggris, Perancis, Israel dan negara lainnya telah membelanjakan miliaran dolar untuk mengamankan komunikasi mereka dan pada saat yang bersamaan mereka pun berusaha memecahkan kode rahasia negara saingannya.

Namun pada kurun waktu 30 tahun terakhir, penelitian akademik di bidang kriptografi meledak dengan dahsyatnya. Kemajuan teknologi komputasi komputer menambah cepatnya perkembangan kriptografi. Sekarang, kriptografi bukan lagi monopoli militer, setiap individu berhak mengamankan komunikasinya tanpa kuatir dimata-matai oleh pihak lain. Setiap individu berhak melindungi komunikasi yang berisi rahasia keluarganya, bisnisnya, pekerjaannya, dan pendapat-pendapatnya. Hal ini tentu bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menginginkan agar setiap kegiatan rakyatnya dapat dikontrol, apalagi kalau dianggap melawan pemerintah.

 

Bahkan di negara yang mengaku paling demokratis sedunia, Amerika, pemerintahnya justru mengontrol dengan sangat ketat kriptografi. Bila anda menginginkan produk kriptografi yang paling andal, jangan berharap anda dengan mudah mendapatkannya dari negeri ini. Pemerintah Amerika bahkan melarang eksporproduk kriptografi yang tidak mampu mereka pecahkan kode rahasianya. Sementara untuk komunikasi dalam negeri, mereka mengizinkan penggunaan produk kriptografi yang lebih kuat, karena pemerintah Amerika dapat melakukan penyadapan komunikasi dengan mudah tanpa harus memecahkan kriptografinya. Pemerintah Amerika menganggap produk kriptografi sebagai amunisi semacam tank, rudal, pesawat pembom maupun kapal-kapal perangnya.

 

Sejarah dan Perkembangan Java Programming

Minggu, 06 Mei 2012 | 0 komentar

Pengertian java

 

Java menurut definisi dari Sun Microsystem adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalanakan perangkat lunak pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan (Salahuddin, M., A.S. Rosa, 2010). Java2 adalah generasi kedua dari Java Platform (generasi awalnya adalah Java Development Kit). Java berdiri di atas mesininterpreter yang diberi nama Java Virtual Machine (JVM). JVM inilah yang akan membaca bytecode dalam file .class dari suatu program sebagai representasi langsung program yang berisi bahasa mesin. Oleh karena itu, bahasa Java disebut sebagai bahasa pemograman yang portable karena dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, dengan syarat sistem operasi tersebut terdapat JVM (Java Virtual Machine).

Platform Java terdiri dari kumpulan library, JVM, kelas-kelas loader yang dipaket dalam sebuah lingkungan rutin Java, dan sebuah compiler, debuger dan kakas lain yang dipaket dalam Java Development Kit (JDK). Agar sebuah program Java dapat dijalankan, maka file dengan ekstensi .javaharus dikompilasi menjadi file bytecode. Untuk menjalankan bytecode tersebut dibutuhkan JRE (Java Runtime Environment) yang memungkinkan pemakai untuk menjalankan program Java, hanya menjalankan tidak untuk membuat kode baru lagi. JRE berisi JVM dan library Java yang digunakan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1.

 

Gambar:J2SE Version 5

 

 

Platform Java memiliki tiga buah edisi yang berbeda yaitu J2SE (Java2 Second Edition), J2ME (Java2 Micro Edition) dan J2EE (Java2 Enterprise Edition)J2EE adalah kelompok dari beberapa API (Application Program Interface) dari Java dan selain java. J2EE dibuat untuk membuat aplikasi yang kompleks, J2EE sering disebut sebagai midleware atau teknologi yang berjalan dilingkungan server, namun sebenarnya J2EE tidak hanya terbatas untuk lingkungan server. Faktanya J2EE juga mencangkup teknologi yang dapat digunakan di semua lapisan dari sebuah sistem informasi. Implementasi J2EE menyediakan kelas dasar dan API dari Java yang mendukung pengembangan dan rutin standard untuk aplikasi clinet maupun server, termasuk aplikasi yang berjalan di web browser. Ruang lingkup keterhubungan J2EE, J2ME, dan J2SE dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

Gambar:Arsitektur Hubungan J2SE, J2ME dan J2EE

 

Sejarah Perkembangan Java

Bahasa pemrograman Java terlahir dari “The Green Project”, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy,beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalahmaskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.

  1. Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen),seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai “*7” (Star Seven).
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 30, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: